Jumat, 26 Juni 2009

Laporan Modul 3,4,5
Jaringan Multi HOP/Internetworking
Microtik
MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi linux yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hostspot.
Setup Mikrotik sebagai Gateway server
MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.
Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja.
Kita bisa membeli software mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita.

Kunci Install microtik :
1. BOOT
1st boot CD ROM
2. A -> all service (memilih semua pilihan yang ada)
3. I -> install (memulai menginstal)
4. N -> No untuk pilihan yang tidak sesuai
5. Y -> yes untuk melanjutkan setiap pilihan.
Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan sederhana sebagai gateway server.
1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.
2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin
Password: (kosongkan)
Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.

3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >

4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “putri” (nama ini sih bebas2 aja mau diganti juga gpp semau kamu aza).
[admin@Mikrotik] > system identity set name=putri
[admin@putri] >

5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@putri] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@putri] >

6. Untuk merubah name type dengan cara:
[admin@putri] > set 0 name=R1
[admin@putri] > set 1 name=R2
Maka apabila kita mengetikkan interface print maka akan terlihat pergantian nama sebelumnya 0 jadi R1 dan 1 menjadi R2.
[admin@putri] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
R1 R ether1 ether 0 0 1500
R2 R ether2 ether 0 0 1500

7. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 192.168.1.0

[admin@putri] > ip address add address=192.168.1.1 interface=R1 netmask=255.255.255.0
[admin@putri] > ip address add address=192.168.2.1 netmask=255.255.255.0 interface=R2

8. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@putri] >ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.1.1/24 192.168.1.0 192.168.1.255 R1
1 192.168.2.1/24 192.168.2.0 192.168.2.255 R2
[admin@putri] >

9. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.2.254
[admin@putri] > /ip route add gateway=192.168.2.254

10. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@putri] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 192.168.2.0/24 192.168.2.1 R2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.1.0 R1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.2.254 R2
[admin@putri] >

11. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@putri] > ping 192.168.2.254
192.168.2.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
192.168.2.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@putri] >



Tidak ada komentar:

Posting Komentar