Minggu, 19 Juli 2009

LAPORAN MODUL 6,7,8 Membangun WEB SERVER di UBUNTU Server Edition

Juni 19, 2009

Web Server yaitu suatu tempat untuk menyimpan suatu data yang nantinya dapat dibuka dalam komputer lain.
a. Menginstall Ubuntu Server

1. Setup BIOS agar dapat Booting melalui CD

2. Masukkan CD Instalasi Linux Ubuntu Server 7.10 Gutsy Gibbons, tunggu beberapa saat hingga muncul tampilan

awal instalasi.

Pilih “Install to the hard disk” lalu tekan Enter.

3. Pemilihan bahasa Instalasi

4. Pemilihan Negara asal

5. Pendeteksian Keyboard

Silahkan tekan salah satu dari karakter yang ditampilkan

Pilih Yes jika karakter yang ditampilkan ada pada Keyboard Anda, jika tidak pilih No.

Pilih Continue untuk lanjut

6. Pendeteksian komponen-komponen hardware yang digunakan.

7. Konfigurasi Jaringan

Pilih “Configure network manually” untuk memasukkan IP Address statis

Tentukan IP Address yang akan digunakan komputer Server Ubuntu

Tentukan pula Subnet Mask

Tentukan IP Gateway jika komputer Server Ubuntu ini terkoneksi ke Area Jaringan lain melalui sebuah komputer

Gateway, jika tidak sebaiknya dikosongkan saja.

Tentukan alamat IP DNS jika komputer Server Ubuntu membutuhkan DNS Server lain untuk kebutuhan

penerjemahan alamat IP ke Nama FQDN dan sebaliknya, jika tidak sebaiknya dikosongkan saja.

Tentukan Hostname (Nama Komputer) Server Ubuntu

8. Pendeteksian Harddisk dan pembuatan partisi

a. Pendeteksian Harddisk

b. Pilih “Manual” agar kita bisa menentukan secara leluasa partisi apa saja yang akan dibuat serta

menentukan kapasitas masing-masing partisinya.

c. Arahkan Pilihan ke tipe harddisk yang terdeteksi seperti pada gambar di bawah, lalu tekan Enter

d. Pilih “Yes” untuk membuat partisi baru yang masih kosong

e. Pilih partisi yang masih kosong lalu tekan Enter, setiap akan menambah partisi baru pilihlah bagian partisi

yang masih kosong lalu tekan Enter.

f. Pilih “Create a new partition“ untuk membuat partisi baru, partisi yang pertama dibuat adalah partisi

boot kemudian swap dan terakhir adalah root.

g. Tentukan besar kapasitas partisi boot sebesar 100MB pada saat membuat partisi boot, sedang untuk partisi

swap: 2 x Kapasitas Memory RAM dan untuk partisi root seluruh dari kapasitas harddisk yang tersisa.

h. Tentukan lokasi partisi pada Primary Partition

i. Partisi boot diletakkan di awal harddisk, demikian juga untuk partisi-partisi lainnya

j. Konfigurasi partisi boot, pilih “Use as” untuk pemilihan tipe file sistem partisi

Jenis-jenis file sistem yang dikenali oleh Linux Ubuntu

Berikut daftar tipe file sistem yang digunakan untuk masing-masing partisi :

boot

: Ext3 journaling file system

swap

: swap area

root

: Ext3 journaling file system

k. Penentuan Mount Point

Daftar lokasi Mount Point untuk beberapa jenis partisi

Berikut daftar Mount Point yang digunakan untuk masing-masing partisi :

boot

: /boot

swap

: (kosong)

root

: /

l. Penentuan Bootable partisi, partisi yang akan digunakan untuk booting ke sistem, hanya partisi boot saja

yang pada bagian “Bootable flag” di aktifkan “on”, untuk partisi swap dan root tidak diaktifkan.

m. Setiap selesei membuat partisi pilih “Done setting up the partition”, setelah itu buat lagi partisi

berikutnya, yaitu partisi swap dan kemudian partisi root.

n. Jika berhasil maka akan tampil daftar partisi yang telah dibuat sebelumnya, pilih “Finish partition and

write changes to disk”

Pilih “Yes” untuk menyimpan partisi-partisi yang telah dibuat

9. Pemilihan Zona waktu

10. Konfigurasi sistem waktu yang digunakan

11. Konfigurasi Account dan Password yang akan digunakan masuk ke sistem Linux

a. Masukkan nama lengkap Anda

b. Tentukan Username untuk Account Anda

c. Tentukan Password untuk Account Anda

d. Masukkan password Anda lagi sama dengan password yang telah Anda tentukan sebelumnya

12. Instalasi paket-paket Linux Ubuntu

a. Instalasi paket-paket dasar Linux Ubuntu

b. Jika komputer Server Ubuntu akan menggunakan alamat Proxy server lain maka pada bagian ini Anda isi

dengan alamat proxy server yang ada di jaringan internet, jika tidak maka kosongkan saja.

c. Tentukan password untuk masuk ke MySQL Server, jika sebelumnya Anda telah memilih paket MySQL

Server.

d. Konfigurasi Mail Server, pilih “Internet Site” jika Mail Server Anda akan diakses dari jaringan internet.

e. Tentukan alamat domain dari Mail Server Anda

f. Instalasi selesai pilih “Continue” dan keluarkan CD Master Linux Ubuntu Server.

13. Jika proses instalasi berhasil maka setelah komputer booting ulang akan tampil jendela Loading system dan

muncul jendela Login yang meminta Anda memasukkan Username dan Password yang telah Anda tentukan

ketika proses instalasi berlangsung.

Jika Anda berhasil Login maka akan muncul command prompt

b. Apache

konfigurasi APACHE SERVER

Dengan mengimplementasikan DHCP server, komputer tersebut akan mendapatkan data-data berikut

secara otomatis :

1. IP Address yang unik dan Netmask yang sesuai

2. Default Gateway

3. DNS server

4. WINS Server (jika anda membutuhkannya)

Konfigurasi

Setelah semua paket terinstall maka yang diperlukan adalah melakukan konfigurasi dhcp server kita (di

/etc/dhcpd.conf ) dimana skenario yang terjadi adalah:

- Sebuah jaringan class C – 192.168.0.0 255.255.255.0

- Domain name nya mitra.com

- Gateway, DHCP dan DNS server memiliki alamat 192.168.0.1

Berikut isi dari file /etc/dhcpd.conf penulis berdasar skenario diatas

# opsi domain-name dapat anda isi dengan nama domain yang anda inginkan

# opsi domain-name-servers merupakan alamat IP dari DNS anda

option domain-name “mitra.com”;

option domain-name-servers 192.168.0.1;

# angka 86400 merupakan 86400 detik / 24jam. Beberapa aplikasi DHCP client menanyakan berapa lama

alamat IP nya dapat ditahan sebelum harus

# memperbaharuinya. Jika klien tidak menanyakan hal tersebut, maka server akan didasarkan pada nilai

dari default-lease-time untuk melakukan proses pembaharuan

# alamat IP dari klien itu. Namun jika klien membutuhkan hal tersebut, maka dipergunakan periode

maksimum (max-lease-time) bagi sebuah klien untuk menahan

# alamat IP yang dia diterima dari server DHCP sebelum ia harus memperbaharuinya lagi.

default-lease-time 86400;

max-lease-time 86400;

# opsi authoritative membantu bagi server DHCP untuk memberikan DHCPNACK ke klien yang tidak

terkonfigurasi dengan baik. Sebagai contoh dari klien yang

# tidak terkonfigurasi dengan baik adalah komputer yang dipindahkan secara fisik ke subnet lain tanpa

dilepaskan terlebih dahulu data lamanya.

authoritative;

# Parameter ddns-update-style memiliki 3 nilai. ad hoc sebaiknya tidak dipakai interim memungkinan server

DHCP untuk melakukan update server DNS anda.

# Jadi server DNS akan mengetahui alamat IP mana yang terhubung dengan komputer tertentu dalam

jaringan anda. Agar bisa berjalan, anda memerlukan server

# DNS yang mendukung Dynamic DNS(DDNS).Jika server DNS anda tidak mendukung DDNS, atau

tidak menginginkan menggunakan DDNS, gunakan none.

ddns-update-style none;

# di parameter berikut kita mendefinisikan jaringan dan netmask yang dipakai. Pada bagian ini ditentukan

range alamat IP yang akan diterima

# klien yang meminta alamat ke server DHCP. Pada contoh ini IP yang disiapkan adalah range

192.168.0.10 รข€“ 192.168.0.20.

# dengan gateway 192.168.0.1

subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {

range 192.168.0.10 192.168.0.20;

option routers 192.168.0.1;

}

Menjalankan Server DHCP

Pastikan opsi DHCPD_INTERFACE pada file /etc/sysconfig/dhcpd sesuai dengan system anda (pada

komputer penulis adalah eth1)

Jalankan server (distro penulis SuSE sesuaikan untuk distro dan metode instalasi yang Anda pakai) :

# /etc/init.d/dhcpd start

Starting DHCP server [chroot] done

Nyalakan komputer klien anda dan perhatikan hal-hal berikut (jika berhasil maka kurang lebih

tampilannya akan seperti berikut):

# tail /var/log/messages

Dec 31 09:49:13 samba-mitra dhcpd: DHCPREQUEST for 192.127.0.20 from 00:50:22:00:13:0b

(rudy-laptop) via eth1

Dec 31 09:49:13 samba-mitra dhcpd: DHCPACK on 192.127.0.20 to 00:50:22:00:13:0b (rudy-laptop) via

eth1

# more /var/lib/dhcp/dhcpd.leases

# All times in this file are in UTC (GMT), not your local timezone. This is

# not a bug, so please don’t ask about it. There is no portable way to

# store leases in the local timezone, so please don’t request this as a

# feature. If this is inconvenient or confusing to you, we sincerely

# apologize. Seriously, though – don’t ask.

# The format of this file is documented in the dhcpd.leases(5) manual page.

# This lease file was written by isc-dhcp-V3.0.1rc10

lease 192.168.0.20 {

starts 4 2004/12/30 03:41:09;

ends 5 2004/12/31 03:41:09;

binding state active;

next binding state free;

hardware ethernet 00:50:22:00:13:0b;

uid “0100P”002313″;

client-hostname “rudy-laptop”;

}

Jumat, 26 Juni 2009

Laporan Modul 3,4,5
Jaringan Multi HOP/Internetworking
Microtik
MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi linux yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hostspot.
Setup Mikrotik sebagai Gateway server
MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.
Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja.
Kita bisa membeli software mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita.

Kunci Install microtik :
1. BOOT
1st boot CD ROM
2. A -> all service (memilih semua pilihan yang ada)
3. I -> install (memulai menginstal)
4. N -> No untuk pilihan yang tidak sesuai
5. Y -> yes untuk melanjutkan setiap pilihan.
Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan sederhana sebagai gateway server.
1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.
2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin
Password: (kosongkan)
Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.

3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >

4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “putri” (nama ini sih bebas2 aja mau diganti juga gpp semau kamu aza).
[admin@Mikrotik] > system identity set name=putri
[admin@putri] >

5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@putri] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@putri] >

6. Untuk merubah name type dengan cara:
[admin@putri] > set 0 name=R1
[admin@putri] > set 1 name=R2
Maka apabila kita mengetikkan interface print maka akan terlihat pergantian nama sebelumnya 0 jadi R1 dan 1 menjadi R2.
[admin@putri] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
R1 R ether1 ether 0 0 1500
R2 R ether2 ether 0 0 1500

7. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 192.168.1.0

[admin@putri] > ip address add address=192.168.1.1 interface=R1 netmask=255.255.255.0
[admin@putri] > ip address add address=192.168.2.1 netmask=255.255.255.0 interface=R2

8. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@putri] >ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.1.1/24 192.168.1.0 192.168.1.255 R1
1 192.168.2.1/24 192.168.2.0 192.168.2.255 R2
[admin@putri] >

9. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.2.254
[admin@putri] > /ip route add gateway=192.168.2.254

10. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@putri] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 192.168.2.0/24 192.168.2.1 R2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.1.0 R1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.2.254 R2
[admin@putri] >

11. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@putri] > ping 192.168.2.254
192.168.2.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
192.168.2.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@putri] >



Selasa, 26 Mei 2009

Jaringan Komputer Modul II


MODUL 2
WINDOWS NETWORKING DALAM SISTEM TCP/IP

A. Pembahasan
Pada modul satu ini kita mempelajari bagaimana membangun jaringan NetBIOS (Windows Network). Mampu memahami proses pengiriman data pada jaringan Windows dan membedakannya dengan jaringan TCP/IP. Dan mampu memakai Windows Network untuk melakukan sharing sumber daya.
Micorsoft Windows Networking adalah sebuah set protokol spesisfik yang digunakan oleh komputer berbasis windows untuk melakukan sharing sumber daya dalam sebuah LAN atau WAN.anda dengan mudah menginstall windows pada PC anda dan segera setelah anda menghubungkan ke LAN ,mekanisme sharing akan bekerja secara otomatis ,anda tidak perlu membuat file server,semua PC pada LAN melakukan sharing resources sebagai peer-to-peer network.
Micorosoft Windows Networking adalah sebuah dunia yang seutuhnya terpisah dengan protocol network yang lain ,karena dikembangkan pada jalur yang diaturnya sendiri tanpa perlu komentar ,kritik atas perkembangan layananya terhadap internet dan RFC,terpisah dari protocol internet real yang berevolusi bersama dengan internet dengan model yang konsisten ,system ini mempunyai perbedaan yang signifikan dengan TCP/IP.
Microsoft Windows Networking sering disebut NetBIOS (Network Basic Input Output System)networking.NetBIOS adalah sebuah layer pada stack Windows Networking yang merupakan batas antara alikasi windows networking dan sembarang system network.
Windows Networking mengunakan nama dan bukan nomor IP sebagai referensi utama suatu computer dan resource lainnya.hal ini sangat berkebalikan dengan TCP/IP,dimana sebuah nomor IP dari sebuah computer merupakan hal yang penting dan hostname hamper selalu merupakan pilihan alternative.
  • Windows Networking menggunakan nama yang unik untuk setiap PC dan user.
  • Windows Networking menggunakan nama group untuk layanan network atau resource lainnya.
Karena nama merupakan hal yang fundamental pada operasi sistem,maka bagaimana mereka diresolve menjadi hal yang penting.terdapat dua cara utama bagaimana sebuah nama di-resolve menjadi alamat komputer(nomor IP):
  • menggunakan paket broadcat
  • menggunakan WINS

PRAKTEK

Alat dan bahan
  • 3 buah PC + LAN Card dengan system operasi ms windows
  • Software Etheral dan libcap
  • 1 buah Hub/Switch
  • Kabel UTP
  • RJ-45 conector
  • Tang Crimping
Membangun jaringan komputer percobaan

Lab:
  • Buat pengkabelan jaringan
  • Tentukan IP address untuk masing-masing mesin
  • Tentukan nama masing-masing mesin
Caranya:
  • Control panel -> Network -> Identification
  • Berikan nama pada kotak computer name dan nama workgroup
  • Restart computer
Dasar Teori

Salah satu metode resolusi nama pada NetBIOS network adalah dengan melakukan broadcast”Name Registration Request” pada medium lokalnya,menuju ke IP address broadcast,Registrasi ini dinamakan name claim.semua mesin pada subnet yang sama akan mendengar request ini lalu:

  • Jika salah satu dari mesin-mesin ini sudah mendaftarkan diri dengan nama yg sama,ia mengirim ”Negative name registration response” pada mesin yg mencoba mendaftarkan diri dan proses registrasi gagal.
  • Jika mesin lain tidak mengirim response,maka peminta bisa menggunakan nama ini
Cara-cara:

  • Matikan semua mesin
  • Hidupkan mesin sniffer -> jalankan capturing pada ethereal
  • Hidupkan mesin bob
  • Hidupkan mesin alice
  • Hentikan capturing dengan ethereal
  • Amati paket-paket yang diperoleh pada ethereal.
Peryataan Dan Tugas

1. Dengan melihat cara kerja name resolution dan Windows network neighborhood, menurut anda apa kelebihan dan kekurangan Windows Nerworking ?

Jawaban :

1. Kelebihan dan Kekurangan Windows Nerworking :


Kelebihan dan Kekurangan :

1. Dukungan terhadap multimedia

2. Modus real dihilangkan, menggunakan modus terproteksi

3. Mulai menggunakan kernel hibrida

4. Diperkenalkan sistem berkas NTFS

Windows NT Workstation 3.5 (1994).

Kelebihan dan Kekurangan :

1. Windows NT Workstation memberikan proteksi tertinggi untuk pengguna bisnis aplikasi dan data.

2. Dengan dukungan standar grafis OpenGL, sistem operasi ini memberikan kekuatan dalam pengembangan aplikasi untuk perkembangan software, perindustrian, penelitian, dan produk-produk bisnis.

3. Windows NT Workstation 3.5 menawarkan perkembangan kehandalan pada produktivitas 32-bit, dan dapat menampung nama file hingga 256 huruf.

4. Menyediakan OLE 2.0 Kemampuan ditingkatkan dan mengurangkan penggunaan memory.


Rabu, 29 April 2009

Jaringan Komputer

MODUL I
MEMBANGUN JARINGAN ETHERNET HOP TUNGGAL 
DENGAN PROTOKOL TCP / IP 


A. Pembahasan
Pada modul satu ini kita mempelajari bagaimana membangun sebuah jaringan komputer. Hop tunggal menggunakan protocol TCP / IP dengan Ethernet pada jaringan fisiknya. Dalam bab ini dibagi menjadi dua bagian yaitu :
• Pengkabelan mengkonfigurasi jaringan Ethernet sederhana menggunakan kabel UTP, Software TCP / IP, melakukan uji coba dan memakai jaringan (Ms. Windows)untuk sharing sumber daya.
• Menggunakan paket sniffer, untuk mempelajari bagaimana jaringan hop tunggal bekerja dan utilitas yang dipakai adalah ethereal.
Adapun alat dan bahan yang kita gunakan dalam praktek modul I ini adalah:
• Tang crimping karena tanpa tang kita tidak dapat memperkuat kabel.
• Tiga buah PC dengan system Operasi Microsoft Windows XP
• Tiga buah LAN (Ethernet) Card
• Satu buah hub / Switch
• Kabel UTP
• RJ-45 conector

Lab 1. Pengkabelan
Cara menghubungkan peralatan fisik Ethernet dan UTP kable adalah sebagai berikut :
 Untuk menghubungkan kabel UTP, terdiri dari empat pasang kabel yang di pilih, dengan Ethernet card digunakan sebuah modul Registered Jack (RJ) yang bernama RJ-45. Jack ini memiliki delapan buah pin sesuai dengan jumlah kabel UTP. Penomoran pin RJ-45 dilakukan dengan cara memegangnya pada posisi terlentang, kemudian nomor PIN dimulai dari kiri. Dengan penomoran pin seperti ini :
 Ethernet Card akan mentransmit / mengirim sinyal (Tx) pada pin nomor 1 & 2, menerima / receive (Rx) pada pin nomor 3 & 6
 Switch / hub akan mentransmit / mengirim sinyal (Tx) pada pin nomor 3 dan 6, menerima atau receive (Rx) pada pin nomor 1 dan 2.

 Pembuatan UTP Cross Cable (LAB)
 Ujung satu menggunakan standar 568A dan ujung yang lainnya menggunakan standar 568B atau sebaliknya.
 Pembuatan UTP Stright Cable (LAB)

 Ujung satu menggunakan standar 568A dan ujung yang lainpun menggunakan Standar 568A atau ujung satu menggunakan standar 568B dan ujung yang lainpun menggunakan standar 568B.

Standar pengkabelan model 568A/Cross Cable
  1. White Green P3
  2. Green 
  3. White Orange
  4. Blue P1 P2
  5. White Blue 
  6. Orange
  7. White Brown P4
  8. Brown

 Standar pengkabelan model 568B/Straight Cable
  1. White Orange P3
  2. Orange 
  3. White Green
  4. Blue P1 P2
  5. White Blue 
  6. Green
  7. White Brown P4
  8. Brown

Lab 2. Pemasangan Ethernet Card pada PC
Cara Installasi LAN Card (LAB) adalah sebagai berikur :
1. Pasangkan kartu jaringan pada expansion slot yang tersedia
2. Install device driver kartu jaringan.

Lab 3. Setting Parameter Jaringan
Ketika computer lain mengirim ke mesin anda mereka mencantumkan IP address anda sebagai denitas, dan sebaliknya. IP address terdiri dari empat byte dan ditulis sebagai bilangan dengan empat decimal yang dipisahkan oleh titik.
Parameter ke dua yang dipakai ketika kita mengirim paket ke mesin lain dengan TCP / IP adalah “NETMASK”. Netmask ini kegunaannya untuk memberitahu mesin kita apakah alamat destinasi dapat dicapai langsung , ada pada jaringan local (satu jaringan), atau harus meminta bantuan sebuah router untuk mencapainya. Netmask membagi IP address menjadi 2 Bagian yaitu :
1. Net address, dan
2. Host address
Agar dua mesin ada pada jaringan yang sama sehingga paket dapat di kirim langsung tanpa bantuan router, maka net address dari ke dua mesin harus sama.

Kegiatan 3.A : Setting Parameter Jaringan Dinamis (DHCP client)
 Aktifkan Control panel > Network Conction

 Pada Local Area Conection Click kanan > properties akan muncul jendela Local area Conection properties

 Click Internet Protocol (TCP / IP) > Click tombol properties maka akan keluar tampilan internet protocol :

 Pilih Obtain IP address automatically, kemudian mengklik Ok

 Kemudian masuk ke command prompt, untuk masuk ke Command prompt click star→Program→Accesories→pilih command prompt. 

 Ketikkan perintah ipconfig / all.

Kegiatan 3.B : Setting Parameter Jaringan Statis
 Aktifkan Control panel > Network Conction
 Pada Local Area Conection Click kanan > properties akan muncul jendela Local area Conection properties
 Click Internet Protocol (TCP / IP) > Click tombol properties
 Pilih Use the following IP address, kemudian masukkan parameter-parameter yang dikehendaki :
 Mesin A Mesin B Mesin C
IP Address 192.168.5.1 192.168.5.2 192.168.5.3
Subnet mask 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0
kemudian mengklik Ok
 Masuk ke command prompt, untuk masuk ke Command prompt click star→Program→Accesories→pilih command prompt.
 Ketikkan perintah ipconfig / all.

Lab 4. Menguji Koneksi Jaringan
Lab 4.A Penggunaan Utilitas Ping (Skenario Sukses) (Lab)
Hasil dari praktikum 4.A ini adalah :
No Perlakuan Hasil Pengamatan
1 Ping dari A ke dirinya sendiri
Command : Ping 192.168.5.1 Jika koneksi sudah terhubung maka akan muncul Reply From 192.168.5.1 dengan bytes 32,time <10Ms,Ttl:128 terjadi secara terus menerus dan di hentikan dengan menggunakan Ctrl C. Jika muncul kata Request time out & destination host uncreable berarti ada kesalahan pada kabel.
2 Ping dari A ke B
Command : Ping 192.168.5.2 Jika koneksi sudah terhubung maka akan muncul Reply From 192.168.5.2 dengan bytes 32,time<10Ms,Ttl:128, Min 1Ms,Max 1Ms dan Average 1Ms terjadi secara terus menerus dan di hentikan dengan menggunakan Ctrl C. Jika muncul kata Request time out & destination host uncreable berarti ada kesalahan pada kabel.
3 Ping dari A ke C
Command : Ping 192.168.5.3 Jika koneksi sudah terhubung maka akan muncul Reply From 192.168.5.3 dengan kapasitas Min 1Ms, Max 1Ms, dan average 1Ms. Jika muncul kata Request time out & destination host uncreable berarti ada kesalahan pada kabel.
4 Ping dari B ke dirinya sendiri
Command : Ping 192.168.5.2 Jika koneksi sudah terhubung maka akan muncul Reply From 192.168.5.2 dengan packet : Send=4, Received=4, Lost=0 (0%Loss). F proximate sound trip time in mill
Seconds : Min 0Ms, Max 1Ms, Average 0Ms.
5 Ping dari B ke A
Command : Ping 192.168.5.1 Jika koneksi sudah terhubung maka akan muncul Reply From 192.168.5.1 dengan packet : Send=4, Received=4, Lost 0 (0%Loss). F Proximate sound trip time in mill
Seconds : Min 0Ms, Max 0Ms, Average 0Ms.
6 Ping dari B ke C
sstatic for 192.168.5.3 Jika koneksi sudah terhubung maka akan muncul Reply From 192.168.5.3 dengan kapasitas Min 0Ms, Max 1Ms dan Average 0Ms. Jika muncul kata Request time out & destination host uncreable berarti ada kesalahan pada kabel.

Lab 5. Ms. Networking (NetBIOS)
• Aktifkan Control Panel > System.
• Aktifkan tab Computer Name.
• Klik tombol Change kemudian memasukan nama masing-masing mesin pada kotak Computer Name.
• Klik tombol OK
• Komputer akan meminta untuk di restart.

B. Kesimpulan
Dari praktikum modul yang pertama ini, dapat diambil kesimpulan bahwa :
Sebuah jaringan computer akan terhubung dan bisa memanggil ke jaringan lain jika kabelnya tersusun dengan benar sesuai warna standar pengkabelan dari EIA atau TIA, ada dua standard pengkabelan yaitu :
1. Standard 568A
2. Standard 568B
IP address terdiri dari Net address dan Host address, kapasitas computer pada IP address Maximal 255 address. Dalam praktikum modul satu ini kelompok kami Net addressnya yaitu 192.168.5 sedangkan Host addressnya yaitu 1, 2, dan 3. Jika IP address dari suatu mesin itu dirubah maka jaringan tidak akan bisa dihubungkan ke jaringan yang lain.
Jadi kesimpulannya sebuah computer akan terhubung dan bisa memanggil ke jaringan yang lain jika kabelnya tersusun dengan benar sesuai dengan urutan yang telah di tentukan dan jika IP address dari suatu mesin itu diubah maka jaringan tidak akan bisa di hubungkan.
C. Lampiran
1. Gambar
Start - control pannel - network co0nnection - local area connection
klik kanan, klik propertis, klik internet protocolo CTCP/IP - klil propertis
IP addresas : 192.168.1.1
Subnet mask : 255.255.255.0
                          192.168.1.1
mask ke command properti- ketik ping 192.168.1.1
2. Sharing file dan folder
cara untuk sharing file dan folder
klik data c - my document - klik kanan dan tulis sharing
dan security - ceklis : 1. share this folder on the network
                                       2. allow network users to change my files
3. Ethereal



Kamis, 19 Maret 2009